Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Fakta Varian Delta Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis
Senin 14 Juni 2021 16:42 WIB
Ilustrasi varian delta covid-19. (Foto: Okezone)
Share :

VARIAN delta covid-19 yang ditemukan pada Desember 2020 di India, kini sudah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia. Mutasi virus corona asal India itu awalnya disebut dengan nama kode B.1.617.2, sekarang telah resmi disebut dengan nama Varian Delta oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghindari stigma ke negara yang terkait.

Sebagai salah satu langkah antisipasi, ada baiknya semua orang mengetahui fakta-fakta terkait varian delta covid-19 tersebut.

Seperti dijelaskan laman Huffingtonpost, Senin (14/6/2021), yuk simak ulasan singkat empat fakta seputar varian delta covid-19.

Baca juga: Kasus Varian Delta Meningkat, Dokter Sebut Gejala Lebih Menyakitkan 

1. Persebaran

Varian delta pertama kali terdeteksi pada Desember 2020 di India. Dari sinilah kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, dan bahkan menjadi strain virus yang mendominasi di Inggris.

Saat ini diperkirakan virus varian delta ada di 6,1 persen kasus positif covid-19 di Amerika Serikat dan hingga 18 persen di beberapa negara bagian barat dan barat tengah.

2. Mutasi

Varian delta hadir dengan beberapa mutasi yang diidentifikasi pada varian covid-19 sebelumnya. Fakta unik dari varian ini adalah mutasi yang dideteksi secara terpisah dalam varian berbeda sekarang terjadi bersama-sama dalam strain yang sama.

Benjamin Neuman, kepala ahli virus di Pusat Penelitian Kesehatan Global Universitas Texas A&M Complex, menyebutkan mutasi ini bisa mengubah cara virus menempel pada sel, membuat aktivasi jadi lebih mudah, dan memblokir beberapa (meski tidak semua) antibodi yang paling baik.

Baca juga: Varian Delta Covid-19 Ditemukan di Kudus, PB IDI Beri Peringatan! 

3. Lebih menular

Data dari laporan awal menyebutkan varian deltan lebih menular daripada virus origin penyebab covid-19 yang asli yakni SARS-CoV-2. Persentasenya hingga 40 persen. Selain itu, ada juga laporan anekdotal yang menyebutkan virus varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah dan gejala aneh seperti gangren dan gangguan pendengaran.

"Sepertinya, varian delta punya mutasi yang terkait dengan peningkatan penularan yang terlihat pada varian lain juga, dan tampaknya mengungguli versi lain dari SARS-CoV-2," ujar Amesh Adalja, ahli penyakit menular dan senior di Johns Hopkins University Center for Health Security.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya