Dinosaurus Terbesar Ditemukan di Australia, Badannya Sepanjang Lapangan Basket

Indah Salsabillah, Jurnalis
Rabu 09 Juni 2021 08:43 WIB
Lukisan dinosaurus di Australia (Queensland Museum)
Share :

PARA ilmuwan mengonfirmasi bahwa spesies baru dinosaurus yang ditemukan di Australia pada 2007 sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Dinosaurus itu diperkirakan hidup sekitar 92 dan 96 juta tahun lalu.

sauropoda pemakan tumbuhan hidup itu dinamakan oleh para ahli dengan Australotitan cooperensis, menggabungkan "titan selatan" dengan nama sungai di dekat tempat tulang-tulang dinosaurus tersebut ditemukan di sebuah peternakan sapi di Eromanga, Negara Bagian Queensland.

Baca juga:  Jejak Kaki Dinosaurus Pemakan Daging Ditemukan di Pantai

Ini adalah salah satu dari 15 dinosaurus terbesar yang ditemukan di seluruh dunia.

Para ahli mengatakan titansaurus tersebut memiliki tinggi hingga 6,5 meter (21 kaki) dan panjang 30 meter, atau sepanjang lapangan basket.

Melansir laporan BBC, Rabu (9/6/2021), ahli paleontologi telah bekerja selama dekade terakhir untuk mengidentifikasi dinasaurus, membedakannya dari spesies lain yang diketahui dengan membandingkan pemindaian tulangnya dengan sauropoda lainnya.

 

Sauropoda adalah dinasaurus pemakan tumbuhan yang dikenal karena ukurannya. Mereka memiliki kepala kecil, leher sangat panjang, ekor panjang, dan kaki tebal seperti pilar.

Dinosaurus ini menjelajahi benua selama periode kapur sekitar 92 dan 96 juta tahun yang lalu. Tim peneliti menjuluki dinosaurus Cooper saat mengerjakannya, setelah Cooper Creek di dekatnya tempat ia ditemukan.

Baca juga:  Mau Berpetualangan Seru Bareng Dinosaurus? Ini Pilihan Destinasinya di Indonesia

Proses identifikasinya memakan waktu lama karena lokasi tulang yang terpencil dan ukurannya serta kondisinya rapuh. “Tetapi banyak dari sisa-sisa itu ditemukan utuh,” kata peneliti dari Museum Queensland dan Museum Sejarah Alam Eromanga.

"Sepertinya dinosaurus terbesar di Australia adalah bagian dari satu keluarga besar yang bahagia," kata Dr Scott Hocknull, salah satu peneliti utama.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya