Sementara itu di fasilitas penelitian di darat, seorang penangkar bernama Panida Bualangka dengan hati-hati menggunakan gunting untuk memotong ujung selubung telur ikan hiu untuk membantu melepaskan bayi hiu di dalamnya.
Para peneliti membantu menetaskan telur di akuarium, bukan di laut terbuka di mana mereka rentan terhadap predator lain.
Udom mengatakan proyek penetasan telur yang sukses tahun lalu memberi peneliti lebih banyak bayi hiu untuk dilepaskan tahun ini.
Proyek tersebut sejauh ini telah membantu menetaskan, merawat, dan mengirim lebih dari 200 hiu bambu ke Teluk Thailand.
(Salman Mardira)