Ini juga sesuatu yang perlu diwaspadai oleh wisatawan Australia, karena Pemerintah Federal hanya mengakui stempel oleh perwakilan resmi dari pemerintah asing. Departemen Luar Negeri dan Perdagangan mengatakan “perubahan atau perusakan” paspor dapat menghentikan orang untuk bepergian.
Negara lain juga sama ketatnya. Di Taiwan, seorang wanita ditolak masuk setelah putrinya menambahkan stempel Hello Kitty ke paspornya, sementara siapa pun yang bepergian ke Amerika Serikat hanya boleh memiliki stempel khusus dari negara asing atau membuat catatan atau tambahan pada paspor.
Bukan hanya stempel baru yang dapat menimbulkan masalah bagi para wisatawan.
Banyak negara Liga Arab menolak masuk bagi wisatawan yang paspornya memiliki bukti bahwa mereka telah melakukan perjalanan ke Israel.
Untuk mengatasi hal ini, pejabat perbatasan Israel malah mencap sisipan paspor terpisah yang dapat dibuang oleh para wisatawan saat keberangkatan.
(Edi Hardian )