Jangan Acuhkan Gejala Dislipidemia, Dampaknya Penyumbatan Pembuluh Darah

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Rabu 02 Juni 2021 12:46 WIB
Penyumbatan pembuluh darah berujung stroke (Foto: Pixabay)
Share :

Kadar lemak dalam darah merupakan kandungan lemak yang umumnya terdiri dari trigliserida, kolesterol, low-density lipoproteins (LDL) dan high-density lipoproteins (HDL). Meskipun keadaan lemak yang baik dicapai dengan diet lemak yang cukup, beberapa orang memerlukan penanganan khusus dan obat-obatan untuk mengatasi keadaan tersebut.

"Secara umum dislipidemia dibagi menjadi dua, yaitu dislipidemia primer dan sekunder. Dislipidemia primer disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari keluarga. sedangkan Dislipidemia sekunder disebabkan oleh gaya hidup dan kondisi medis yang mempengaruhi kadar lemak dalam darah, seperti obesitas, diabetes, hipotiroidisme, alkoholisme, sindrom metabolik, sindrom cushing, infeksi berat," ujar Dokter Muhammad Ramadhan, Rabu, (2/6/2021).

"Sebagian besar dislipidemia tidak memunculkan gejala yang berarti. Dislipidemia biasanya diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan rutin untuk darah dan kondisi lainnya. Dislipidemia yang berat menimbulkan komplikasi yang serius mengarah kepada penyakit jantung koroner dan stroke," terang Dokter Muhammad Ramadhan.

Lalu kapan memeriksakan diri ke dokter jika khawatir terkena dislipidemia?

"Nah, ada rekomendasi yang pada populasi sehat, pada umumnya laki-laki pada umur diatas 40 tahun dan perempuan diatas umur 55 tahun tentu harus segera memeriksakan kadar kolesterolnya. Tujuannya untuk mencegah komplikasi lainnya karena tidak ada gejala padahal dia bisa saja mengalami Dislipidemia," ujar Dokter Muhammad Ramadhan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya