Haryanto menampilkan Masjid Miftahul Huda di Desa Balun yang bangunannya begitu indah. Kemudian ada Pura Sweta Maha Suci dan Gereja Kristen Jawi Wetan.
“Keberagaman kami itu tertanam dari semenjak kami kecil, semenjak kami lahir, sehingga dalam posisi dewasa yang seperti ini kita tinggal melanjutkan lagi titipan atau tinggalan dari nenek moyang kita yaitu menjaga toleransi antar umat beragama,” kata Herman, remaja Masjid Miftahul Huda.
Baca juga: Sandiaga Uno Gandeng Cinta Laura Promosikan Desa Wisata Cibuntu
Contoh salah satu toleransi agama yang dilakukan adalah ketika umat Hindu melaksanakan ibadah, umat Islam tidak menggunakan pengeras suara atas di masjid, sehingga kedua agama dapat beribadah dengan leluasa. Begitu pula ketika umat Kristen beribadah, umat lain menghargai.
Masyarakat Desa Balun saling menunjukkan rasa toleransi. Misalnya saat bulan Ramadhan, ketika warga Muslim berpuasa, para pemuda Hindu dan Kristen ikut membagikan takjil untuk saudaranya yang Muslim.
(Salman Mardira)