Sementara terkait adanya pengunjung yang mengaku membayar karcis masuk dan parkir di PAM hingga Rp100 ribu, Humas Perumda PSM Varize Yudhistira memastikan itu bukan pengunjung yang masuk dari gerbang utama yang dikelola PSM.
"Untuk menghindari pungli kami pakai sistem non tunai dan datanya langsung di input dan ada bukti struk, disana ada rincian biaya termasuk untuk parkir dan juga untuk asuransi jiwa," ujar dia.
Beredarnya berita bahwa pengunjung yang membayar tiket masuk PAM sampai Rp100 ribu bisa berdampak buruk terhadap objek wisata dan membuat masyarakat berprasangka negatif.
Namun, ia memastikan untuk pengunjung yang masuk dari pintu utama sudah dipasang tarif yang jelas, transparan, serta saat memasuki gerbang telah dipasang baliho yang berisi tarif masuk dan parkir sehingga tidak akan ada pungli.
(Salman Mardira)