Hal itu dikhawatirkan menyebabkan terjadinya kecelakaan laut dan penyebaran COVID-19 di lokasi wisata. Untuk itu, Pemkab Sukabumi mengeluarkan kebijakan larangan memasuki kawasan objek wisata untuk wisatawan dari luar daerah.
"Sampai saat ini personel Balawista masih bersiaga untuk mengantisipasi adanya wisatawan yang datang pascalibur Lebaran. Kemudian kami sudah mengingatkan kepada siapapun agar tidak beraktivitas di lokasi rawan kecelakaan laut," katanya.
Yanyan mengatakan pada hari terakhir puncak liburan Lebaran atau pada Minggu, (23/5) terjadi tiga kasus wisatawan tenggelam dengan jumlah korban lima orang, beruntung seluruh wisatawan tersebut berhasil dilselamatkan petugas keamanan pantai.
Lima korban tersebut mengalami kecelakaan laut di titik berbeda seperti Dendi (13) Warga Cibaraja, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang tenggelam di Pantai Karangnaya. Kemudian di Pantai Karangpapak (Sunset Capitol) ada satu korban yakni Deril (15) asal Ciawi, Kabupaten Bogor.
Kemudian tiga wisatawan lainnya yang hampir kehilangan nyawa tergulung ombak besar tenggelam di Pantai Kebonkalapa (Karanghawu II). Ketiganya diketahui bernama M Rizki (17), Rizki A (15) dan Irgi (2) seluruhnya merupakan rombongan wisatawan asal Bogor.
(Salman Mardira)