DUA desa wisata yakni Desa Nisombalia di Kecamatan Marusu dan Desa Bontolempangan di Kecamatan Bontoa mulai dikembangkan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
"Untuk pengembangan desa wisata tersebut dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolanya, kami bekerja sama dengan pihak Politeknik Pariwisata Makassar," kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, M Ferdiansyah disela penandatanganan MoU kedua belah pihak di Makassar, Sabtu.
Baca juga: Sandiaga Uno Puji Penerapan Prokes di Desa Wisata Kembang Kuning Lombok
Menurut dia, dengan adanya kerja sama dua pihak, diharapkan dua desa ini bisa berjalan dengan baik dengan adanya pendampingan dari pihak Poltekpar Makassar.
"Kami berharap di dua desa ini yang kami dampingi masyarakatnya bisa menjadi desa mandiri dan nantinya bisa menghasilkan kepariwisataan yang berkelanjutan untuk masyarakat sendiri," jelasnya.
Sementara pemilihan dua desa tersebut sebagai desa wisata, lanjut dia, karena dua desa ini sangat potensial untuk menjadi desa wisata.
Baca juga: 'Katto Bokko', Wisata Budaya yang Tetap Lestari Warisan Kerajaan Marusu
Potensi untuk sumbangan ke sektor pariwisata di Sulsel sesuai usulan Pemrov Sulsel adalah karst, khususnya yang berada di Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontoa.