PARIS - Setelah enam bulan bar, restoran, dan tempat wisata di Prancis tutup, mereka kini sudah mulai dibuka pada Rabu (19/5/21). Ini menandai tahap kedua dalam proses Prancis keluar dari masa lockdown, dan kini Prancis siap menyambut wisatawan asing.
Pelancong asing yang diperbolehkan masuk ke Prancis termasuk pengunjung asal Amerika Serikat yang divaksinasi. Pembukaan pariwisata rencanya dilakukan pada 9 Juni, sebelum sepenuhnya membuka kembali ekonomi pada 30 Juni.
Saat Prancis mendorong peluncuran vaksinasi yang menargetkan setiap orang dewasa untuk menerima setidaknya satu dosis vaksin sebelum akhir musim panas, bisnis kembali membuka pintu mereka.
Baca Juga:
Musee d'Orsay Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 5.000 Orang Per Hari
Perempuan Muslim Prancis: Jangan Sentuh Hijab Saya!
Rabu, 19 Mei menandai dibukanya kembali teras luar ruangan di kafe dan bar di seluruh Prancis.
Penduduk dapat naik ke Menara Eiffel dan mengunjungi Louvre lagi. Atraksi budaya, museum, dan teater mulai menyambut pengunjung dengan tiket yang telah dipesan sebelumnya. Toko dan pasar non-esensial juga buka, meskipun dengan aturan yang berlaku, dan jam malam telah dibatalkan dari jam 7 malam hingga jam 9 malam.
Saat Prancis berusaha keluar dari lockdown nasional ketiganya, beberapa aturan COVID-19 tetap berlaku. Masker diperlukan di ruang publik dalam ruangan dan di beberapa ruang luar ruangan di kota besar.
Wisatawan dari negara non-UE saat ini dilarang (dengan pengecualian Inggris, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Israel, Jepang, dan Singapura) masuk ke Prancis.
Meskipun demikian, pejabat dari pemerintah Prancis dan Gedung Putih sedang menyelesaikan diskusi teknis seputar pemberian "Special Pass" untuk memungkinkan warga Amerika masuk paling lambat 9 Juni. Izin khusus ini akan diberikan kepada pengunjung non-UE yang telah divaksinasi.