Warga Jakarta diduga meninggal dunia setelah divaksinasi Covid-19 bikinan AstraZeneca. Sebelum mengembuskan napas terakhir, pria yang diketahui berusia 22 tahun itu mengeluh sakit kepala hebat, demam tinggi, kejang-kejang, dan sempat mengalami sesak napas.
Sementara itu, laporan mengenai vaksin Covid-19 AstraZeneca terbaru mengungkapkan bahwa vaksin Covid-19 buatannya diklaim 80 persen menurunkan risiko kematian hanya dengan satu dosis. Artinya, kecil sekali risiko kematian akibat vaksin AstraZeneca.
"Satu dosis vaksin AstraZeneca diklaim menurunkan risiko kematian hingga 80%," ungkap Public Health England (PHE), Senin (10/5/2021).
Dikatakan juga bahwa perlindungan terhadap kematian dari vaksin Pfizer satu dosis (80%) meningkat menjadi 97% ketika diberikan dosis kedua.
Laporan Reuters menerangkan bahwa studi ini mengamati kasus gejala baru Covid-19 antara Desember hingga April dan orang yang meninggal dalam 28 hari setelah dinyatakan positif usai divaksinasi.
Baca Juga : Trio Fauqi Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca, Anies Lapor Kemenkes