Kabariti mengatakan dirinya menyukai pekerjaannya dan akan terus membuat maamoul setiap Ramadhan selama dirinya masih mampu melakukannya.
Meskipun banyak toko roti yang menjual maamoul di Jalur Gaza, banyak wanita lebih memilih membuat sendiri di rumah untuk melestarikan suasana pesta di rumah mereka.
Ini juga dirasakan oleh Lubna Al-Sumairi (40), ia mengatakan dirinya sangat menyenangi saat mempersiapkan maamoul bersama sang suami dan anggota keluarga lainnya.
“Membuat maamoul adalah salah satu kebiasaan terpenting yang kami nikmati selama hari-hari terakhir Ramadhan; persiapannya, rasanya enak, dan suasananya yang menyenangkan memberi kami perasaan bahagia,” kata Lubna.
(Salman Mardira)