“Ini sebenarnya dapat dicegah. Salah satunya adalah mencegah perkawinan sesama pembawa sifat. Skrining paling penting dilakukan,” kata dr Cut Putri Arianie di acara ‘Media Briefing Hari Talasemia Sedunia 2021’ yang digelar virtual, Rabu (5/5/2021).
Dia menjelaskan, ada beberapa kelompok orang yang perlu melakukan skrining untuk memutus mata rantai talasemia di Indonesia. “Pertama kita sarankan pada saudara kandung keluarga penyandang talasemi, yang bisa terlihat apabila di keluarga tersebut ada yang sudah didiagnosa talasemia,” ujarnya.
Kemudian, skrining juga sebaiknya dilakukan pada remaja atau calon pengantin sebelum mereka menikah. Lalu, ibu yang sedang hamil juga dapat memeriksakan janinnya dengan pemeriksaan khusus saat masa kehamilan.
“Hal yang penting adalah lakukan deteksi dini sebelum menikah. Saudara kandung penyandang talasemia wajib diperiksa, dan rencanakan keturunan bila terjadi pernikahan sesama pembawa sifat. Ini adalah kunci melakukan pencegahan tadi,” kata dr Cut.
(Dyah Ratna Meta Novia)