KEBANYAKAN masjid zaman sekarang berbentuk bangunan megah dengan arsitektur modern. Tapi, masjid satu ini berbeda dari umumnya, karena berada di bawah tanah. Namanya Masjid Shakpak-ata.
Masjid Shakpak-ata merupakan rumah ibadah sekaligus monumen paling mengagumkan di Provinsi Mangystau, Kazakhstan. Letaknya berada di semenanjung di pantai timur Laut Kaspia wilayah Mangystau.
Shakpak-ata menjadi salah satu monumen arsitektur Islam yang paling kuno di Kazakhstan. Juga, memiliki beberapa hubungan dengan kuil gua dari agama kuno seperti Zoroastrianisme (pemuja api), Hindu, Buddha, dan Kristen awal.
Baca juga: Wisata Religi di Masjid Hazrat Sultan, Gaya Bangunannya Keren Banget
Menurut cerita nama Shakpak-ata tidak lain adalah cucu dari Shopan-Ata, seorang darwis pertapa yang berlindung di gua bersama murid-muridnya pada saat musuh menyerang wilayah tersebut.
Ia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya sebagai seorang pertapa dan tidak pernah meninggalkan gua.
Berikut fakta-fakta menarik dari masjid bawah tanah Shakpak-ata dirangkum dari beberapa sumber :
1. Arsitektur Masjid
Gaya arsitektur Shakpak-ata dikatakan cukup unik. Masjid ini menunjukkan kesamaan dengan beberapa masjid Persia awal dan dengan mausoleum-masjid Shir-Kabir di Dehistan (Turkmenistan).
Masjid Shakpak-ata di Mangystau, Kazakhstan (silkadv.com)
Masjid Shakpak-ata menunjukkan corak cerah dari karya batu nomaden. Pintu masuk ke masjid berbentuk portal yang melengkung.
Uniknya, masjid ini memiliki bentuk salib dengan balok selatan yang memanjang. Sudut-sudut aula alun-alun masjid didekorasi dengan kolom-kolom besar seolah-olah menopang lengkungan tinggi dengan bukaan cahaya bundar di tengahnya.
Baca juga: Sudah Berdiri 1.500 Tahun, Hagia Sophia Direnovasi dengan Teknik Canggih
Karena struktur dan lokasi potongan batu yang tidak biasa, masjid ini menjadi tempat favorit wisatawan baik lokal maupun asing. Sebagian dari mereka yang datang ke Masjid Shakpak-ata juga untuk berziarah.
2. Interior Masjid
Dinding bagian dalam masjid berwarna putih, karena dipotong di dalam batu kapur. Masjid ini terdiri dari beberapa aula yang semuanya dihubungkan dengan lorong-lorong. Ada tangga batu spiral menuju paviliun yang terletak di tebing datar.
Sebagian besar dindingnya ditutupi dengan petroglif dan grafiti. Gambar tertua dikaitkan dengan orang Oguz, mewakili cetakan tangan.
Gambar selanjutnya dikaitkan dengan tradisi Adai, mewakili kuda dan adegan pertempuran yang dilaksanakan dengan nilai estetika yang sangat tinggi.