Geliat Wisata Lagoi di Tengah Amuk Corona

Antara, Jurnalis
Sabtu 01 Mei 2021 11:00 WIB
Kawasan wisata Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau (Antara/Ogen)
Share :

Kemudian juga pelaku usaha pariwisata dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjual paket wisata, denvan harga yang terjangkau.

Pemilik hotel dan restoran di Lagoi juga dapat menyiapkan ruang pertemuan untuk disewa oleh pemerintah dalam kegiatan tertentu, seperti rapat.

"Dengan harga yang terjangkau, tentu Pemprov Kepri dan pemda lainnya di Kepri dapat mendorong pendapatan pelaku usaha pariwisata agar mampu bertahan," katanya.

Sebelumnya, pengamat pariwisata, Sapril Sembiring, mengatakan wisatawan domestik dinilai lebih realistis bangkitkan sektor pariwisata di masa pandemi.

"Pemerintah pusat dan daerah sebaiknya fokus mendorong wisatawan domestik mengunjungi berbagai tempat wisata di Indonesia, seperti di Kepri," ujarnya, yang juga pelaku usaha pariwisata di Tanjungpinang.

Pernyataan Sapril tersebut terkait harapan Pemprov Kepri dan Kementerian Pariwisata agar warga Singapura mengunjungi objek wisata di Lagoi, Bintan dan Nongsa, Batam. Harapan itu, kata dia kurang realistis karena Singapura kemungkinan "lockdown" hingga akhir tahun 2021.

Permasalahan lainnya di dalam negeri juga masih ditemukan bahwa regulasi belum mengijinkan wisman berlibur di Indonesia dengan alasan mencegah penularan COVID-19.

Dari persoalan itu, menurut dia potensi kunjungan wisatawan ke objek wisata hanya wisatawan domestik. Potensi ini seharusnya digarap secara maksimal melalui berbagai program pariwisata, yang tentu harus menerapkan protokol kesehatan.

"Di masa pandemi, di saat pelaku usaha merasakan dampak, sebaiknya bersama-sama kita mendorong agar wisatawan domestik berkunjung ke objek wisata seperti yang ada di Lagoi dan Nongsa, daripada berharap wisman berkunjung ke tempat wisata tersebut," ucapnya.

 

Optimistis

Bintan Resort Cakrawala (BRC) menyatakan tujuh dari 15 resort dan hotel di kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau memilih tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Group General Manager BRC, Abdul Wahab, mengatakan, delapan dari 15 perusahaan resort dan perhotelan lainnya sudah tutup.

Namun satu resort di antaranya akan dibuka kembali, namun tidak lagi bernama Bintan Lagoon. Perbaikan resort dan hotel eks Bintan Lagoon ini terus dilakukan, yang kemungkinan akan beroperasi tahun 2022. Perusahaan ini akan menyerap tenaga kerja sekitar 350 orang.

Sementara perusahaan yang bertahan saat ini terus berupaya mempertahankan karyawannya, meski jam kerja dikurangi.

"Kami mencoba terus bertahan, tetap optimistis pandemi COVID-19 ini akan berakhir. Kami tetap beroperasi dengan mengandalkan kunjungan dari wisatawan domestik dan kegiatan pemerintahan," ujarnya.

Wahab mengemukakan wisatawan domestik yang berkunjung ke Lagoi tidak banyak. Sebelum pandemi COVID-19, sebanyak 90 persen wisatawan yang berkunjung ke Lagoi merupakan warga asing, yang sebagian besar berasal dari Singapura.

Wisatawan domestik yang berasal dari Tanjungpinang dan Batam mendominasi kunjungi Lagoi. Paket kegiatan pemerintah pusat di Lagoi juga membantu Lagoi tetap bertahan.

"Kalau wisatawan domestik hanya mampu menutupi 15 persen biaya operasional," ucapnya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya