"Jika angkanya menurun seperti itu, kami khawatir terjadinya penyebaran penyakit Covid-19, difteri, pertusis, campak, rubella, polio, influenza, pneumonia, varicella, typhoid, dengue, bahkan penyakit lain di sekolah karena angka imunisasinya yang tidak maksimal selama 1 tahun kemarin," ujar Prof Soedjatmiko.
Baca Juga : Jelang Dibuka Lagi, Sekolah Perlu Sediakan Tempat Cuci Tangan dengan Sabun
Karena itu, dia sangat berharap para orangtua segera mendatangi fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk mengimunisasi anaknya yang berusia sekolah sebelum mereka menjalani sekolah tatap muka. Tidak hanya itu, usia bayi, balita, pra sekolah, bahkan remaja pun harus diberikan imunisasi untuk memastikan tidak adanya penyebaran penyakit tersebut.
Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan adalah memastikan protokol kesehatan terus dijalankan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Itu kenapa prokes ini menjadi hal penting juga dalam penerapan PTM nantinya.
Jika orangtua lupa anaknya sudah sampai imunisasi mana, maka jangan takut ke puskesmas. "Malah, nanti pihak puskesmas yang akan bantu orangtua. Jadi, jangan ngerasa takut buat tetap ke puskesmas buat divaksin anak-anaknya. Tenang, enggak akan diomelin sama petugas puskesmasnya," papar Prof Soedjatmiko.
(Helmi Ade Saputra)