“Keberadaan fosil di kawasan tersebut menunjukkan bahwa tempat ini merupakan bagian laut dangkal yang pernah ada pada masa geologi lampau, dengan kedalaman tidak melebihi 200 meter,” ujarnya.
Ahli tersebut juga mengatakan bahwa laut ini adalah bagian dari lautan yang disebut Neo Tethys, yang mulai terbuka di wilayah tersebut 240 juta tahun yang lalu.
Baca juga: Liburan ke Turki, Traveler Tak Perlu Divaksin Covid-19
"Laut dan samudera, seperti makhluk, memiliki masa hidup tertentu. Ketika mencapai akhir hayatnya, mereka menutup dan mulai naik karena gaya tekan yang menyebabkan mereka menutup."
Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan fosil laut di kawasan tersebut dan keberadaan spesies yang berbeda patut diteliti untuk memberikan informasi tentang berapa juta tahun silam kawasan tersebut berada di dasar laut.
(Salman Mardira)