PEMATUNG fenomenal Nyoman Nuarta akan berangkat ke Beijing dalam rangkaian tur seni "Road to Beijing" tahun depan. Ia siap mengaku siap memperkenalkan hasil karyanya ke pasar Asia.
Membawa karya seni ke Beijing terbilang sulit, apalagi pandemi Covid-19 belum berlalu. Namun, ia optimistis karya patungnya bisa diterima kolektor seni Tiongkok.
”Gagasan keliling Tiongkok ini adalah ide brilian dari Linda Gallery. Saya melihat prospek pasar Asia luar biasa," kata saat jumpa pers, dilansir Antara.
Menurut seniman asal Tabanan itu, karya seniman Indonesia selama ini lebih mudah diterima di Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, dan negara Asia lainnya. Karena memiliki karakter budaya yang hampir sama.
Ditambahkannya, pematung Garuda Wisnu Kencana (GWK) itu bakal memamerkan Sembilan karya yang dikerjakannya dalam periode 2010-2021. Dari ”Sleepy Leopard II” (2010) sampai ”Luh III” (2021).
Walau pandemi, Nyoman Nuarta juga masih produktif melahirkan karya patung lain, seperti ”Rush Hour V” (2021). Menggambarkan pahatan logam berbentuk sekelompok orang sedang bergegas menggenjot sepeda sembari bersenda-gurau.
Pada karya terbarunya itu, Anda bisa menemukan ”amukan” eksplorasi artistik yang semakin memperlihatkan identitas sang seniman. Ia seolah menyuarakan situasi kebatinan dalam dirinya dalam situasi pandemi ini.
"Pertanyaannya akan sama, kapan ini akan berakhir. Tetapi kalau kita terus bertanya, tentu tidak akan mendapatkan jawaban."
"Karena saya seorang seniman, maka jawaban saya ada pada karya-karya ini. Setidaknya lewat keindahan kita bisa menghadirkan kebahagiaan,” paparnya.