Ditambah lagi saat ini juga ada kebijakan mengarahkan semua siswa untuk mengosongkan asrama dan tinggal sendiri-sendiri guna menghindari penularan virus corona, hal ini tentu menjadi sebuah mimpi buruk bagi orangtua yang bekerja di luar negeri.
Ansari mengatakan putrinya berencana melakukan perjalanan ke Arab Saudi melalui UEA setelah menghabiskan 14 hari di Dubai. Ia mengatakan, sangat gembira ketika mendengar kabar bahwa putrinya tiba di Dubai pada Januari lalu, ini akan memungkinkan dirinya bertemu dengan sang anak.
Akan tetapi harapannya bertemu dengan sang anak pupus ketika pembatasan perjalanan sementara dari Dubai ke Arab Saudi diberlakukan. Ansari mengatakan anaknya berharap penerbangan akan dilanjutkan dan selalu memeriksa berita apapun yang berkaitan dengan dimulainya kembali penerbangan ke Arab Saudi, padahal jarak antara Arab Saudi dan Dubai hanya beberapa jam saja.
Cerita Ansari adalah satu dari sekian banyak orang yang harus berpisah dengan keluarga karena pembatasan perjalanan Internasional. Serupa dengan kisah Ansari, Raafat Aoun, ekspatriat Lebanon yang bekerja di kerajaan mengatakan bahwa penutupan penerbangan telah mempengaruhi banyak keluarga ekspatriat.