Ismail Fahmi, pembuat minuman tradisional temu mesem, mengatakan selama bulan suci Ramadhan omzet penjualan melonjak 60 persen atau mencapai 400 botol ukuran 330 mililiter per harinya.
Selain menenuhi kebutuhan Ramadhan, minuman tradisional produknya juga dipesan untuk kebutuhan Lebaran.
Pelanggan tidak hanya warga Gresik, tetapi juga berasal dari kota lain di sekitarnya. Bahkan pembeli dari Pulau Sumatera, Kalimantan, dan sebagian wilayah Sulawesi juga memesan secara online.
Baca juga: Deretan Makanan Lezat Khas Solo, Mulai Timlo hingga Tengkleng