"Bioskopnya hidup, insan perfilmannya hidup, produsernya hidup, mencetak uang dan ekonomi bergerak," tambahnya bersemangat.
Pernyataan Sandiaga Uno diakui Manoj Punjabi. Manoj pun menceritakan beragam kesulitan yang dihadapi stradara, aktris hingga para kru film dalam merampungkan trilogi dari film yang diangkat dari novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia itu.
"Jadi kita syuting di tahun 2020 bulan Februari sudah mulai syuting di tengah-tengah pandemi, pas PSBB kita harus berhenti," ungkap Manoj.
"Pas (progress) 70 persen berhenti, kita harus pindah lokasi, awalnya kita syuting di Jogja, sisanya 30 persennya balik ke Jakarta dengan strategi macem-macem. Ada banyak halangan, tapi akhirnya kita bisa atasi. Alhamdulillah kita selesai," kata dia.
Rampungnya film 'Surga yang Tak Dirindukan 3' itu katanya menjadi bukti dukungannya untuk kembali menghidupkan kembali industri perfilman Indonesia yang terpuruk selama pandemi Covid-19. Meski diakuinya, bioskop masih dibatasi saat ini.
"Saya terus mendukung, bioskop harus hidup, yang penting insan kreatif kita-perfilman Indonesia ini jalan terus, mungkin sementara tidak dari bioskop, tapi kita fight terus supaya jalan, dan hidup perfilman Indonesia," tandasnya.
(Rizka Diputra)