Vaksin Nusantara Berbasis Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Jum'at 16 April 2021 10:09 WIB
Ilustrasi Vaksin Nusantara. (Foto: Wirestock/Freepik)
Share :

VAKSIN Nusantara mendadak ramai dibahas publik Indonesia setelah sebagian anggota Komisi IX DPR menyatakan siap disuntik. Padahal saat ini uji klinis Vaksin Nusantara masih terhenti di fase pertama dan belum mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lanjut ke tahap selanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Vaksin Nusantara adalah vaksin covid-19 berbasis sel dendritik yang digagas oleh mantan menteri kesehatan dr Terawan Agus Putranto. Lantas, apa yang dimaksud dengan sel dendritik itu?

Baca juga: Diambil dari Darah, Vaksin Nusantara Hanya untuk Individual 

Merangkum dari laman News Medical, Jumat (16/4/2021), sel dendritik memberikan peran penting dalam respons imun melalui keterlibatannya dalam presentasi antigen, produksi sitokin, dan perekrutan sel imun. Pasien covid-29 umumnya sering mengalami defisiensi sel dendritik.

Kondisi tersebut terjadi karena perpindahan massal sel ini menuju paru-paru dan tempat peradangan lainnya. Penipisan sel dendritik dikaitkan dengan produksi interferon yang lebih rendah dan prognosis yang lebih buruk dari infeksi covid-19.

Akibatnya, covid-19 berpotensi bertahan untuk jangka waktu yang signifikan, dan setelah pemulihan pasien menjadi rentan terhadap patogen lain. Dalam studi terbaru, pengaruh covid-19 secara berkelanjutan pada defisiensi sel dendritik selama tujuh bulan masih terus diselidiki.

Baca juga: Vaksin Nusantara Sudah Uji Klinis, Apa Kabar Vaksin Merah Putih? 

Bagaimana covid-19 memengaruhi sel dendritik selama infeksi?

Sel dendritik dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan fungsinya, di antaranya sel dendritik myeloid yang mengatur respons proinflamasi dan sel dendritik plasmacytoid yang menghasilkan interferon tipe I.

Plasma darah yang dikumpulkan dari pasien yang terinfeksi covid-19 akut mengungkapkan bahwa populasi kedua jenis sel dendritik secara signifikan lebih rendah. Ini disebabkan sel dendritik plasmacytoid berperan sebagai produsen utama interferon pada infeksi covid-19.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya