“Alquran ini masih dibaca. Pada Haul Akbar tiap bulan Syawal, dibaca secara berjamaah. Kalau Ramadan juga dibaca, cuma tidak berjamaah. Paling dibaca surat Yaasin-nya saja,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, pada mushaf Alquran itu terdapat beberapa lembaryang diganti dengan kertas baru lantaran kondisinya sudah rusak parah.
“Ada sebagian yang sudah diganti, dibawa ke Kesultanan Cirebon, cuma beberapa lembar saja. Tulisannya juga tulisan tangan. Tapi begitu rapih tulisannya, tintanya juga mungkin dari getah pepohonan,” tutupnya.
(Rizka Diputra)