PEMULUNG kini harus semakin terjamin kesejahteraannya. Seperti yang dialami Abah Sarwan, pemulung sampah plastik di Subang, Jawa Barat.
Secara tidak langsung, kakek 75 tahun ini menyelamatkan lingkungan sekitar dari sampah plastik. Bekerja sebagai pemulung, Abah Sarwan menggunakan sepeda tuanya.
Ia pergi keliling dari kampung ke kampung mencari sampah. Meskipun hidup pas-pasan, tetapi Abah Sarwan tidak pernah mengeluh dan tetap semangat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Selama 30 tahun ini, Abah Sarwan hanya tinggal berdua bersama istrinya di rumah. Ketiga anaknya sudah menikah, maka mereka tidak tinggal bersama lagi.
Berada di Kampung Krajan III, Desa Kediri, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, rumah Abah Sarwan cukup sederhana berukuran 40 bata, namun terlihat mendamaikan jiwa saat orang lain berkunjung. Abah Sarwan juga nyaman tinggal di rumah kecilnya itu.
Dari kegigihannya itu, banyak orang lain bersimpati dan peduli dengan Abah Sarwan. "Abah Sarwan yang di usia senjanya masih gigih bekerja dengan mengumpulkan sampah plastik untuk menghidupi keluarganya," ujar Febri Hutama dari Le Minerale.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Prispolly Lengkong mengatakan, kesejahteraan pemulung harus diutamakan. Tak hanya materi, namun juga pendidikan layak bagi anak-anak pemulung
"Pemulung mempunyai peran penting sebagai garda depan proses daur ulang plastik yang berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan dan membantu menekan debit sampah," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)