Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China Gao Fu belum lama ini mengungkapkan pernyataan mengejutkan. Dia mengatakan, vaksin buatan negaranya yang ada saat ini, tidak memberikan perlindungan cukup tinggi.
Dia bahkan memberikan saran untuk mencampur berbagai vaksin Covid-19 untuk meningkatkan proteksi atau menambah kemanjuran. Hal ini tentu membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya, mengingat Indonesia jug menggunakan vaksin dari China yaitu Sinovac.
Jika ditilik dari perkembangannya, vaksin Sinovac telah melalui proses uji klinis di beberapa negara, termasuk Indonesia, Brazil dan Turki. Lalu, bagaimana keamanan serta kemanjuran vaksin?
Pada 11 Januari 2021 silam, Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito mengungkapkan bahwa berdasarkan dari studi klinik fase 3 di Indonesia, Turki dan Brazil, vaksin tersebut aman digunakan.
Untuk di Indonesia, uji klinis vaksin Sinovac China dilakukan oleh Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung. Hasil uji klinis tahap 3 ini pun juga sudah dipublikasikan, termasuk tingkat efikasi vaksin yang melebihi rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu di atas 50 persen.
“Hasil analisis terhadap efikasi vaksin CoronaVac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen,” kata Penny K Lukito seperti dikutip dari siaran pers-nya.