PEMERINTAH China mengakui bahwa vaksin covid-19 buatan mereka memiliki efektivitas yang kurang baik. Kabar ini pun pastinya berdampak terhadap masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan Vaksin Sinovac asal China.
Namun, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan informasi tersebut. Sebab sampai saat ini Vaksin Sinovac masih diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) dapat mengatasi pandemi covid-19.
Baca juga: Amerika Tangguhkan Vaksin Johnson & Johnson Usai Muncul Kasus Serius
Salah satu alasannya adalah efikasi Vaksin Sinovac yaitu 65 persen atau berada di atas batas minimun yang ditetapkan WHO yakni 50 persen. Kemudian Vaksin Sinovac sudah mengantongi izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).
Hal yang menarik dari pernyataan Pemerintah China, selain pengakuan vaksin buatannya kurang manjur, adalah mereka berencana mencampur sejumlah vaksin covid-19 merek lain dengan harapan bisa meningkatkan kemanjuran dari vaksin buatan mereka.
Rencana ini pun sudah diketahui Kemenkes. Siti Nadia menjelaskan bahwa kabar tersebut sudah diterima Kemenkes dan untuk langkah selanjutnya Pemerintah Indonesia akan menunggu uji klinis lanjutan dari China mengenai pencampurnan vaksin serta efeknya terhadap efikasi dan efektivitas vaksin yang sudah ada.
Baca juga: Kejar Target, Pemerintah Perlu Perbanyak Vaksinasi Keliling
"Sampai sekarang kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Inovasi yang diusulkan Pemerintah China adalah sesuatu yang inovatif, tapi apakah efektivitas, imunogenitas, dan efikasinya benar-benar memberikan hasil positif? Masih belum ada laporannya," kata Siti Nadia dalam keterangan pers secara virtual beberapa waktu lalu.
"Jadi, ada baiknya kita tunggu bersama hasil uji klinis sampai tahap publikasi yang sedang dilakukan China terkait inovasi menyampur vaksin covid-19 dengan beberapa merek vaksin lainnya," jelas dia.