Untuk itu Menparekraf mendorong pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memaksimalkan persiapan terutama dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin termasuk crowd management.
"Saya melihatnya akan ada reposisi, destinasi wisata lokal akan mendapatkan kunjungan karena banyak masyarakat yang tidak bisa ke kampung halaman, mereka akhirnya menghabiskan libur lebaran dalam bingkai PPKM skala mikro dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," kata Sandiaga.
Baca juga: Viral Artis Porno Rusia Diserbu Pria di Bali, Netizen: Biar Dapat Jatah
"Keputusan ini harus disikapi dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan Pemda dan Satgas Covid-19 setempat untuk memaksimalkan protokol kesehatan dan pelayanan di destinasi. Seperti kapasitas yang dikurangi, adaptasi digital, adaptasi seperti inilah yang perlu dilakukan," kata Sandiaga.
Kemenparekraf dikatakannya akan berkoordinasi dengan Pemda dan pihak-pihak terkait lainnya untuk turut serta melakukan pemantauan dan pengawasan. Terakhir, Sandiaga menyampaikan selamat memasuki bulan suci Ramadan 1422 Hijriah.
"Saya juga menyampaikan duka mendalam terhadap para korban atas bencana alam yang terjadi di Malang, Jawa Timur. Semoga bencana yang terjadi di tengah beratnya tantangan masyarakat di tengah pandemi dan terpuruknya ekonomi dapat segera teratasi dan para korban dan keluarga diberikan kemudahan," pungkasnya.
(Rizka Diputra)