KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa program vaksinasi lansia masih jauh dari target yang diharapkan. Ya, angka 21,5 juta diharapkan dapat tercapai dalam program vaksinasi covid-19 periode ini, namun fakta menyatakan baru 1,73 lansia menerima vaksin covid-19.
Banyak kendala yang dihadapi dalam mencapai target tersebut. Salah satunya soal masih banyak wilayah yang belum memulai vaksinasi covid-19 untuk lansia hingga masalah teknis seperti banyak lansia yang kurang memahami cara mendaftar untuk mendapatkan vaksin.
Baca juga: Jadi Prioritas Menkes Budi, Ini 3 Kriteria Lansia Layak Divaksin Covid-19
Secara singkat ada lima kendala yang membuat lansia masih belum banyak mendapatkan vaksin covid-19. Masing-masing adalah (1) Banyak kabupaten/kota belum memulai vaksinasi untuk lansia, (2) Provinsi besar belum mencapai target, (3) Banyak lansia ragu divaksin, (4) Kendala keterbatasan fisik, dan (5) Poses pendaftaran dilakukan secara daring.
Nah, guna mempercepat pencapaian target vaksinasi covid-19 untuk lansia, apa yang akan dilakukan Kemenkes?
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menerangkan ada beberapa rencana atau upaya yang akan dilakukan pihaknya untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi lansia.
"Pertama, mendorong keterlibatan aparat desa, RT, RW, dan kader PKK, kader desa, dan TNI-Polri untuk mendorong lansia mau mendapatkan vaksinasi," jelasnya kepada MNC Portal melalui pesan singkat, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Cara Anak Muda Bantu Kelompok Lansia untuk Vaksinasi Covid-19
Ia melanjutkan, rencana kedua adalah kelompok usia di atas 60 tahun tersebut bisa mendapat vaksin covid-19 tidak harus berdasarkan KTP-nya dan tidak perlu membawa surat keterangan domisili.
"Selain itu (rencana ketiga), lansia juga kini sudah bisa memanfaatkan posbindu lansia untuk mendapatkan vaksinasi," sambungnya.