GEREJA Sion atau Gereja Portugis merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 1693. Lalu pada 1988, Gereja Sion ditetapkan menjadi cagar budaya yang dilindungi. Lokasi gereja berada di Jalan Pangeran Jayakarta.
Semula gereja ini bernama Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis di luar (tembok kota). Nama itu diberikan karena saat Belanda berhasil mengambil alih pendudukan Portugis, sebuah tembok dibangun sebagai batas pertahanan kota pemerintahannya. Gereja Sion berada di luar tembok pemerintahan Belanda.
Baca Juga: Masuk Danau Nibung Kena Bayar Mulai April, Segini Tarifnya
Meski dinamakan Gereja Portugis, gereja ini tidak dibangun oleh orang Portugis. Justru, pemerintah Belanda yang membangunnya untuk kaum Portugis Hitam yang dibawa dari tanah jajahan mereka dengan status sebagai budak. Gereja ini merupakan pengganti pondok kayu sederhana yang ditempati para Portugis Hitam.
Belanda menjanjikan kemerdekaan bagi budak Portugis Hitam jika mereka bersedia melepas agama mereka sebelumnya, yakni Katolik, dan memeluk agama Kristen Protestan. Mereka pun bersedia dan Belanda mendirikan Gereja Sion untuk mereka.
Pembangunan memakan waktu dua tahun. Lalu pada Minggu, 23 Oktober 1969, gedung gereja diresmikan. Acara peresmian ini dihadiri oleh gubernur jenderal Willem van Outhoorn dan prosesi pemberkatan oleh Pendeta Theodorus Zas.