Keunikan Masjid Saka Tunggal Baitussalam, Dijaga 'Pasukan' Kera Setiap Hari

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis
Minggu 28 Maret 2021 18:08 WIB
Masjid Saka Tunggal. (Foto: Instagram masjid_sakatunggal)
Share :

Ritual Ganti Jaro

Di masjid ini terdapat ritual yang sering dilakukan oleh seluruh warga desa Cikakak yaitu Ritual Jaro Rajapine. Ritual ini adalah mengganti pagar bambu keliling masjid saka tunggal yang digelar pada bulan Rajab. Saat membuat pagar ada beberapa pantangan yang harus ditaati.

Warga dilarang berbicara dengan suara keras serta tidak boleh menggunakan alas kaki. Karena melibatkan ratusan warga, pagar sepanjang 300 meter ini bisa diselesaikan hanya dalam waktu 2 jam.

Tradisi ganti Jaro Rajab ini bagi warga di sini adalah untuk memupuk kebersamaan dan dipercaya bisa menghilangkan sifat jahat dari diri manusia. Ritual ganti Jaro ini kemudian diakhiri dengan prosesi arak arakan 5 gulungan yang berisi nasi tumpeng yang kemudian diperebutkan warga karena dipercaya bisa memberikan berkah.

Cara menuju ke masjid

Dari Jalan Raya Wangon-Ajibarang, Banyumas, lokasi masjid masuk ke jalan desa sekitar dua kilometer. Jarak dari Kota Purwokerto sekitar 35 kilometer ke arah barat. Setelah itu pengunjung cukup mengikuti papan petunjuk jalan yang cukup jelas di sepanjang Jalan Wangon Raya.

Pengunjung akan dibawa masuk melalui jalan yang tidak terlalu besar dengan kanan kirinya rumah penduduk desa dikelilingi pepohonan yang sejuk.

Untuk masuk ke masjid, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp5.000. Setelah itu, pengunjung bebas untuk menikmati wisata Masjid Saka Tunggal dan taman kera yang berada di sekitar lokasi Masjid Saka Tunggal.

Kera-kera yang berada di sekitar masjid ini jumlahnya sangat banyak, bahkan bisa mencapai ratusan. Tak perlu takut, kera-kera ini ramah kepada pengunjung, kok.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya