PULAU Socotra punya banyak keanehan dan misterius. Terletak di di Samudera Hindia antara Somalia dan Yaman, Socotra juga dijuluki sebagai pulau alien. Bahkan ada yang menyebut sebagai tempatnya alien dan persembunyian dajjal.
Pulau Socotra terdapat berbagai spesies flora dan fauna yang unik dan aneh. Spesies-spesies tersebut sebagiannya tidak bisa ditemukan dimana pun di bumi, kecuali di pulau tepencil ini.
Pulau Socotra masih terjangkau oleh pesawat dan kapal laut, tapi sangat jarang dikunjungi orang. Meski demikian, pulau ini ada penghuninya. Menurut laporan ada 60 ribu manusia mendiami Socotra dengan kehidupan yang masih sangat tradisional.
Baca juga: Kisah Pulau Natal, Penduduknya Muslim dan Punya Masjid
Pulau Socotra memiliki banyak keunikan dan hal-hal menarik untuk diketahui. Okezone telah merangkum dari berbagai sumber terkait fakta-fakta menarik pulau ini. Berikut ulasannya:
1. Pulau Bersejarah
Socotra diambil dari bahasa Sansekerta, Sukhadhara Dvipa, yang berarti Pulau Kebahagiaan. Sekitar abad ke 10, ahli geografi Arab bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani menyatakan bahwa pada masanya, penduduk Socotra mayoritas adalah pemeluk agama Kristen. Mereka kerap kali menjalani ritual sihir kuno.
Di tahun 1500-an, kapal Portugis berlabuh di pulau ini untuk menghentikan perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudera Hindia dan menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan.
Invasi tersebut ditentang oleh penduduk lokal. Lalu pada 1511, Pulau ini dikuasai oleh Kesultanan Mahra.
Baca juga: Pulau Cantik bak Surga di Bahama Ini Dilelang Rp281 Miliar!
Pulau Socotra baru resmi menjadi bagian dari negara Republik Yaman pada 30 November 1967. Sementara itu, pembangunan baru baerkembang di Socotra pada tahun 1999 dengan ditandai hadirnya bandara serta jalanan beraspal.
2. Pulau Terpencil yang Dilindungi
Jika dilihat dari Bahasa Arab, Socotra dari kata Suquthra memiliki arti kepulauan kecil. Luas pulau ini hanya 3.796 kilometer persegi dan berlokasi di selatan Jazirah Arab serta Timur dari Tanduk Afrika.
Tidak diperbolehkannya hotel, restoran, dan bangunan lain dibangun di Pulau Socotra merupakan salah satu tindakan yang dilakukan UNESCO untuk menjaga keaslian alam pulau. Pada Juli 2008 lalu, UNESCO memang telah mengakui Pulau Socotra sebagai situs warisan alam dunia. Oleh karenanya, UNESCO memberikan perlindungan lingkungan terhadap pulau ini.