Kembali membunyikan angklung dianggap nenek Rasiah sebagai hiburan di saat isolasi di RSDC Wisma Atlet. Selain itu, dia pun hadir di momen tersebut sebagai bentuk dukungan dan ucapan terima kasih kepada nakes yang sudah berjuang membantu pasien Covid-19 untuk bisa sembuh kembali.
"Ya, jadi hiburan sore-sore tapi saya juga senang bisa hadir di sini, saya mau ngasih ucapan terima kasih buat para nakes yang rela membantu kami para pasien untuk bisa sembuh lagi," ucapnya sedikit haru.
Nenek Rasiah menjadi satu dari 1.500 tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 yang merayakan setahun operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Pembunyian angklung ini sebagai tanda bersatunya nakes dan pasien untuk melawan Covid-19 sekaligus berkabung atas gugurnya 1.500 nakes selama pandemi berlangsung.
(Helmi Ade Saputra)