PEMERINTAH selalu mengingatkan agar masyarakat menggunakan masker dengan benar, tidak asal-asalan. Saran tersebut bukan hanya memastikan tidak ada partikel virus corona terhirup, tetapi ada manfaat lain yaitu memastikan leher tetap sehat.
Sebab, belum lama ini peneliti menemukan fakta bahwa penggunaan masker yang asal-asalan berisiko tinggi sakit menyebabkan nyeri leher. Gejala yang biasa terjadi adalah leher kaku dan nyeri berlebih di bagian leher.
Baca juga: Penelitian: 3 Juta Masker Terbuang Tiap Menitnya, Timbulkan Masalah Lingkungan
Laporan penelitian yang diterbitkan American Chiropractic Association (ACA) ini menerangkan bahwa ada hubungan antara orang yang menggunakan masker tidak benar dengan peningkatan nyeri rahang, kekakuan leher, ketegangan mata, nyeri punggung atas, dan sakit kepala.
"Masker dapat membatasi bidang pandang yang lebih rendah, terutama jika tidak dikenakan dengan benar. Hal ini menyebabkan mereka mengalami kaku dagu, kesulitan dalam menggerakan tubuh, dan menahan leher serta postur tubuh menjadi tidak dinamis untuk mempertahankan garis pandangnya," isi laporan ACA, seperti dikutip dari laman Nypost, Selasa (23/3/2021).
Ninia Agustin, direktur klinis di Spear Physical Theraphy di Times Square, Amerika Serikat, mengatakan bahwa penggunaan masker yang tidak benar bukan satu-satunya penyebab nyeri leher, tapi kebiasaan itu juga dapat memperburuk keadaan.
"Penghalang penglihatan tepi saat menggunakan masker adalah hal yang nyata. Kenapa? Saya susah melihat ke arah bawah dengan mata saya langsung, akhirnya melibatkan leher dan kepala. Ini yang menyebabkan masalah," terang Agustin.
Baca juga: Cegah Daur Ulang, Ini 4 Cara Buang Masker Bekas Pakai yang Benar
Menjadi makin serius ketika Anda terbiasa dengan ponsel dan mesti melihat setidaknya 30 menit. Ini membutuhkan usaha lebih supaya bisa maksimal melihat ke arah bawah. Jika terus-menerus dilakukan, leher Anda akan sakit.
Adanya risiko ini membuat Agustin menyarankan agar masyarakat memilih masker yang sesuai dengan wajah. Jangan sampai masker itu terlalu besar atau tidak pas dengan wajah karena memberi dampak kepada kesehatan leher dan kepala secara tidak langsung.