Sarah Gilbert, profesor vaksinologi dan co-disainer vaksin, mengatakan temuan baru ini memberikan konfirmasi lebih lanjut bahwa keamanan dan efektivitas Vaksin AstraZeneca dapat dipertanggungjawabkan.
"Di banyak negara dan berbagai lintas usia, vaksin memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap covid-19 dan kami berharap kabar ini akan mengarah pada penggunaan Vaksin AstraZeneca yang lebih luas dalam upaya global memberantas pandemi di seluruh dunia," kata Gilbert.
Baca juga: 5 Alasan MUI Keluarkan Fatwa Boleh Gunakan Vaksin AstraZeneca
Gilbert menerangkan bahwa 20 persen orang dalam uji klinis ini berusia di atas 65 tahun dan tidak ada penurunan perlindungan bagi kelompok tersebut dan ini menjadi bukti baik bahwa Vaksin AstraZeneca memang efektif untuk usia di atas 65 tahun, sama baiknya pada kelompok usia muda.
Lebih lanjut Mene Pangalos, wakil presiden eksekutif AstraZeneca, mengatakan bahwa hasil penelitian ini menambah bukti bahwa vaksin buatannya dapat ditoleransi dengan baik dan sangat efektif terhadap semua tingkat keparahan covid-19 di tiap kelompok usia.
"Kami yakin Vaksin AstraZeneca dapat memberikan peran penting dalan melindungi jutaan orang di seluruh dunia dari virus mematikan tersebut," terangnya.
Baca juga: Hasil Penelitian Sebut Vaksin AstraZeneca Efektif Cegah Covid-19 Varian Brasil
Uji coba Vaksin AstraZeneca di Amerika menggunakan interval waktu dengan jarak 4 minggu, berbeda dengan uji coba sebelumnya yang dilakukan di Inggris menggunakan interval 12 minggu. Meski berbeda, kemanjurannya tetap sama bahkan lebih besar.
"Dengan interval waktu yang lebih pendek yaitu 4 minggu, ternyata efektivitas dan kemanjurannya tetap sangat baik. Ini amat luar biasa karena artinya pemberian vaksin bisa lebih cepat dan penerima dosis bisa jauh lebih banyak," tambah Pangalos.
(Martin Bagya Kertiyasa)