Akindo Sushiro selaku pengelola restoran sushi tersebut mengatakan, sudah ada 28 orang yang mendapat makanan gratis pada pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu kemarin. Totalnya sudah mencapai 1000 orang yang berpartisipasi dalam acara promo tersebut.
Seperti halnya di Indonesia yang pengejar makanan gratis paling banyak ialah mahasiswa, begitu juga di Taiwan. Dalam wawancara The Times dengan mahasiswa di sana, mahasiswa di sana mengatakan bahwa ia telah mengubah namanya menjadi “Kuo Salmon Rice Bowl” untuk memberikan makanan kepada teman-temannya, dan keesokan harinya setelah mengubah nama di kantor catatan sipil, ia kembali lagi dengan menggunakan nama yang berbeda.
Untuk setiap orang yang mengajukan perubahan nama ke kantor catatan sipil di sana, harus membayar $3, atau setara dengan Rp43 ribuan untuk sekali perubahan. Namun pemerintah Taiwan memperingatkan bahwa nama di sana secara resmi hanya boleh diubah tiga kali seumur hidup.