"Barista pun kini menjadi profesi yang lagi digandrungi generasi milenial. Dengan lomba ini, kami ingin mengangkat kopi dan arak Bali agar bisa digarap dengan lebih baik sehingga dapat menjadi tuan di negerinya sendiri," tuturnya.
Sebelum pandemi Covid-19, potensi pasar untuk Bali memang cukup besar dengan rata-rata kunjungan wisman sekitar 6,3 juta orang dan sekitar 10,5 juta wisatawan domestik.
Adapun terkait lomba nanti, peserta untuk tujuh kabupaten di Bali (Karangasem, Bangli, Klungkung, Gianyar, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng) dibatasi masing-masing 15 orang. Sedangkan untuk Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, masing-masing 20 peserta dengan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat.
(Rizka Diputra)