Baru-baru ini pemerintah dikejutkan dengan waktu kedaluwarsa (expired) vaksin AstraZeneca pada Mei 2021. Alhasil pemerintah memutuskan untuk menunda vaksinasi menggunakan vaksin tersebut.
Dokter Relawan Covid-19, sekaligus Influencer Kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengatakan, terdapat terminologi selain expired pada vaksin yakni stability. Sebab vaksin memiliki banyak komponennya dan semuanya harus dalam kondisi stabil.
“Sehingga harus berada dalam suhu tertentu supaya zat aktif di dalamnya tetap bermanfaat dalam tubuh. Kesimpulannya stability index ini tergantung dari masing-masing vaksin. Tidak ada yang tahu, kecuali yang memiliki dan meneliti vaksin,” terang dr. Fajri, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (16/3/2021).
Lebih lanjut, perusahaan yang memproduksi vaksin biasanya akan memperpanjang usia vaksin dalam kurun waktu tiga bulan, sambil memperhatikan kualitas vaksin. Sebab vaksin Covid-19 adalah barang yang baru.
“Sejauh ini diketahui AstraZeneca bertahan selama 6 bulan dalam penyimpanan yang baik dengan suhu standar yakni 2-8 derajat. Jika vaksin tersebut expired pada Mei, maka mungkin vaksin tersebut diproduksi pada Desember 2020. Ini adalah hal yang biasa saja,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)