Mutasi N439K
- Lokasi pertama kali ditemukan
Skotlandia
- Temuan kasus di Indonesia
48 kasus
- Karakteristik mutasi
Mutasi N439K bersifat resisten terhadap antibodi, namun penyebarannya tidak secepat B117.
- Gejala yang ditimbulkan
Tidak jauh berbeda dengan Covid-19, yaitu sesak napas, demam tinggi atau kedinginan, kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, sulit mencium dan mengecap rasa, batuk, diare, dan pilek.
- Cara persebaran
Lewat droplet yang terhirup, kontak erat dengan orang yang sudah terinfeksi, bisa dengan berjabat tangan, bersentuhan, dan berbicara dengan jarak dekat tanpa menggunakan masker, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi mutasi virus.
Baca juga: Mutasi N439K Masuk Indonesia, Persebarannya Lebih Cepat dari B117?
- Proses mutasi hidup di tubuh
N439K terbilang lebih pintar daripada varian terdahulu, karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat dan tidak dapat dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi.
- Pencegahan
Disarankan untuk jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengurangi mobilitas, dan hindari kerumunan apalagi di dalam ruangan.
- Pengobatan infeksi N439K
Pengobatan yang direkomendasikan adalah penggunaan antibodi yang menargetkan bagian terkhusus di RBD. Hal ini karena N439K dapat menurunkan pengikatan proporsi antibodi monoklonal dan sampel serum secara signifikan.
(Hantoro)