Terdeteksi di Indonesia, Ini Perbedaan Virus Corona B117 dengan N439K

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 16 Maret 2021 10:36 WIB
Ilustrasi cegah persebaran mutasi virus corona B117 dan N439K. (Foto: Okezone)
Share :

INDONESIA memasuki periode serangan mutasi covid-19. Ya, hingga saat ini tercatat sudah ada 6 kasus terpapar virus corona B117 asal Inggris dan 48 kasus N439K asal Skotlandia.

Kementerian Kesehatan mengumumkan temuan pertama mutasi covid-19 ini pada momen setahun pandemi covid-19 menyerang Indonesia. Saat itu Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan adanya temuan 2 kasus B117 yang dibawa TKW dari Arab Saudi.

Baca juga: Ditemukan di Indonesia, Mutasi N439K Kebal Antibodi Manusia 

Namun sebelum temuan itu dirilis ke masyarakat, kenyataannya peneliti di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sudah menemukan mutasi virus corona lain yaitu N439K asal Skotlandia.

"Mutasi N439K ini sudah ada di Indonesia sejak November 2020. Dari sekitar 537 isolat yang dipelajari, ada 48 mengandung mutasi tersebut," kata Kepala Eijkman Amin Soebandrio belum lama ini.

Menjadi perhatian semua masyarakat Indonesia agar makin waspada dengan persebaran dua mutasi tersebut di tengah kejadian penurunan angka konfirmasi covid-19 saat ini. MNC Portal pun coba menjelaskan lebih detail mengenai perbedaan virus corona B117 dengan mutasi N439K, berikut penjelasannya:

Baca juga: Ini Cara Efektif agar Tidak Tertular Mutasi Virus Corona N439K 

Virus Corona B117

- Lokasi pertama kali ditemukan

Inggris

- Temuan kasus di Indonesia

6 kasus

- Karakteristik mutasi

Lebih cepat menular dan diduga lebih mematikan dibandingkan varian lainnya.

- Gejala yang ditimbulkan

Sesak napas, gangguan penciuman, diare, batuk, pilek, dan demam.

- Cara persebaran

Lewat droplet yang terhirup, kontak erat dengan orang yang sudah terinfeksi, bisa dengan berjabat tangan, bersentuhan, dan berbicara dengan jarak dekat tanpa menggunakan masker, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi mutasi virus.

- Proses mutasi virus hidup di tubuh

Virus menempelkan dirinya pada sel dalam tubuh, terutama di sel respiratory dan selanjutnya melakukan replikasi dengan jumlah yang cukup besar hingga menimbulkan gejala sistemik (ringan hingga berat).

- Pencegahan

Selalu terapkan social distancing, gunakan masker, hindari kerumunan, rutin mencuci tangan, jaga imunitas, dan ikuti vaksinasi. Penggunaan masker ganda juga dianggap bisa mencegah paparan B117.

- Pengobatan infeksi B117

Jika gejala ringan, disarankan isolasi mandiri dengan tetap menjaga asupan nutrisi yang seimbang. Jika gejala sedang hingga berat, maka sebaiknya pasien mendapat penanganan intensif di rumah sakit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya