Pandemi Corona Bikin Pelaku Pariwisata Jadi Melek Digital

Antara, Jurnalis
Sabtu 13 Maret 2021 01:25 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

DIREKTUR Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Alexander Reyaan menyebut, pandemi membuat para pengelola objek wisata hingga wisatawan semakin dekat dengan dunia digital sehingga program digitalisasi semakin terakselerasi.

"Sebelumnya orang-orang masih cuek," kata Alexander, Jumat (12/3/2021).

Digitalisasi lanjutnya, merupakan program yang sudah digaungkan Kemenparekraf sejak bertahun-tahun lalu. Alex menjelaskan, digitalisasi tersebut lebih mengarah kepada proses konsumen saat berwisata, mulai dari melakukan pemesanan untuk transportasi, menginap hingga memesan tiket masuk ke objek wisata.

"Sampai hari ini, untuk reservasi dengan menggunakan digital, contohnya airline, atau model transportasi apa pun, dan hotel, restoran itu sudah jadi sesuatu yang biasa. Untuk memasuki objek, pintu masuk objek (wisata), baru beberapa objek menerapkan itu," ujar dia.

Oleh karenanya, pemerintah ke depan terus mendorong agar pengelola objek wisata di berbagai destinasi memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan operasional.

Alex mencontohkan, pembelian tiket masuk tempat wisata secara daring membuat pengelola bisa lebih mudah memantau kondisi dan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi secara lebih mudah.

Baca juga: Dongkrak Pariwisata Nasional, Komunitas Motor Bedah Toilet di Kawasan Dieng

Saat pengunjung memesan tiket secara daring, pengelola bisa memantau batas kapasitas pengunjung secara lebih mudah, apalagi saat pandemi ada pembatasan demi menjaga keamanan dan kenyamanan.

"Dengan digitalisasi itu sebenarnya kita bisa secara otomatis melakukan pembatasan yang biasanya disebut carrying capacity," katanya.

Labuan Bajo (Foto: Okezone.com)

Lewat sistem yang lebih memudahkan, pengelola wisata bisa menerapkan strategi lain bila kapasitas maksimal pengunjung kala pandemi sudah penuh, misalnya dengan mengalihkan wisatawan lain ke jam masuk yang berbeda.

Semakin banyak pengguna dan pengelola yang memanfaatkan akses digital, semakin banyak data informasi yang terkumpul untuk pengembangan wisata di masa depan. Media digital juga menjadi sarana mencari informasi wisata, tak hanya lewat agen wisata atau buku-buku perjalanan.

Itulah alasannya lanjut Alex, mengapa Kemenparekraf pernah bekerja sama dengan anak-anak muda di berbagai destinasi untuk membantu mempopulerkan berbagai tujuan wisata baru.

Belakangan semakin banyak anak muda yang secara mandiri mengunggah foto-foto atau video menarik dari berbagai tempat wisata yang mengundang ketertarikan orang lain.

Baca juga: 4 Hotel Dekat Ancol Cuma Rp200 Ribuan, Asyik Buat Liburan


(Foto: Instagram/@anggrah)

Selain itu, pemerintah juga bekerjasama dengan influencer dengan jumlah pengikut besar untuk membantu promosi pariwisata, khususnya lewat kanal media sosial masing-masing.

Dalam hal ini, kata Alex, influencer diajak bekerja sama untuk mempromosikan lagi destinasi liburan yang sudah ada sebelumnya, bukan tempat yang benar-benar baru. Tapi tidak sembarang influencer diajak bekerjasama. Mereka biasanya mencari influencer yang punya ikatan emosional dengan tempat tersebut.

Influencer bukan satu-satunya pilihan dalam mempromosikan pariwisata. Untuk wisata minat khusus yang pasarnya lebih mengerucut, misalnya wisata pendakian gunung, promosi melalui komunitas bisa lebih efektif karena lebih tepat sasaran.

Dirinya menambahkan, liburan adalah suatu kebutuhan bagi masyarakat sehingga sebetulnya minat wisata tetap tinggi, namun terkendala oleh pandemi. Selama pandemi belum usai, orang-orang diprediksi bakal mencari tempat liburan yang aman dan tidak terlalu jauh agar lebih mudah dijangkau, juga memilih waktu-waktu di mana pengunjung lain tidak terlalu banyak.

Sementara itu, Dosen Program Studi Pariwisata Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Diaz Pranita mengatakan, selain foto dan video yang diunggah influencer, platform digital dan mesin pencari juga jadi panduan konsumen sebelum memutuskan untuk berwisata. Di berbagai platform, konsumen bisa saling melihat penilaian atau komentar mengenai tempat tertentu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya