Asuransi Perjalanan COVID-19 Jadi Syarat Pokok Liburan di Masa Pandemi

Antara, Jurnalis
Senin 08 Maret 2021 19:01 WIB
Ilustrasi (Freepik)
Share :

KEBIJAKAN asuransi COVID-19 kini ikut bergabung dengan paspor dan tabir surya sebagai syarat pokok liburan, menciptakan peluang bagi perusahaan asuransi karena lebih banyak negara memerlukan perlindungan wajib jika pengunjung jatuh sakit akibat virus corona.

Pemesanan maskapai penerbangan meningkat di beberapa daerah, mendorong harapan akan kebangkitan lalu lintas di musim liburan, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran di tujuan wisata jika para wisatawan terpapar virus.

Baca juga:  Ngaku Positif Corona, Penumpang Ini Diturunkan Dari Pesawat

Lebih dari selusin negara dari Aruba hingga Thailand mewajibkan asuransi COVID-19 untuk pengunjung sebagai pertimbangan perlindungan, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pasar untuk semua jenis perlindungan perjalanan COVID-19 diperkirakan antara 30 miliar dolar hingga 40 miliar dolar per tahun, menurut konsultan asuransi perjalanan Robyn Ingle, dengan perkiraan dari perusahaan asuransi seperti AXA dan AIG.

Tetapi lonjakan permintaan untuk cakupan COVID-19 juga berarti perusahaan asuransi dapat menghadapi pembayaran besar jika gelombang infeksi lain menyebabkan sejumlah besar pembatalan atau turis jatuh sakit.

"Asuransi perjalanan dan layanan perlindungan meningkat sejalan dengan perjalanan saat dilanjutkan," kata Dan Richards, kepala eksekutif untuk risiko perjalanan dan perusahaan manajemen krisis Global Rescue.

 

Manfaat asuransi COVID-19 biasanya mencakup perawatan (yang besarnya tergantung dari kebijakan masig-masing perusahaan asuransi), dan dapat mencakup biaya pengujian dan layanan virus corona seperti evakuasi atau penguburan atau kremasi setempat.

Manfaat ini, yang diperkenalkan oleh perusahaan asuransi pada pertengahan tahun 2020, dijual sebagai tambahan atau sebagai polis terpisah dengan pertanggungan untuk penyakit atau karantina.

Baca juga: Maskapai Ini Tawarkan 'Penerbangan Misterius' untuk Wisatawan

Jeremy Murchland, presiden perusahaan asuransi perjalanan yang berbasis di Amerika Serikat, Seven Corners, mengatakan para pelancong sekarang lebih memilih untuk mengasuransikan perjalanan mereka, karena lebih banyak negara memerlukan perlindungan COVID-19.

Paket asuransi perjalanan yang mencakup perlindungan perjalanan, perlindungan biaya medis untuk COVID-19 dan perlindungan bagasi dan barang pribadi biasanya berharga 4 persen hingga 8 persen dari nilai dolar perjalanan, kata Murchland.

Sementara pandemi telah menghantam pariwisata, permintaan akan pertanggungan telah menciptakan peluang bagi industri asuransi yang telah terpukul dan menjadi ceruk baru untuk mengembangkan produk, tambah Murchland.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya