BELAJAR online yang hampir setahun berjalan masih punya banyak tantangan. Baik itu dari kalangan pengajar atau pelajar.
Menurut survei kejenuhan anak yang dilakukan oleh UNICEF, sebanyak 66% dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan di 34 provinsi mengaku tidak nyaman belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19.
Direktur Sekolah Dasar Sri Wahyuningsih mengungkapkan, pandemi ini sudah memberikan pelajaran pada banyak orang untuk bisa beradatasi dengan keadaan. Karena itu, pemanfaatan teknologi harus seimbang, melalui digitalisasi.
Baca Juga: Tidak Semua Anak Wajib Pakai Masker, Ini Kriterianya Menurut WHO
"Transformasi layanan pendidikan dibutuhkan. Efektivitas dan efisiensi sudah diakui, serta ketepatan waktu dan sumber informasi yang diperlukan lebih mudah kita dapatkan,” jelas Sri.
Ia juga menjelaskan bahwa Kemendikbud telah melahirkan banyak kebijakan-kebijakan untuk tetap menjaga para siswa agar tidak kehilangan momen dan kehilangan masa belajar.
“Yang kita perlukan di masa pandemi ini adalah meningkatkan kerjasama antara orang tua, guru dan peserta didik merupakan segitiga emas yang harus kita jaga, optimalkan dan literasi satu sama lain”, kata Sri.