3. Punya Arsitektur Belanda-Jawa
Meski letaknya di Papua, namun masjid ini dipengaruhi arsitektur Belanda dan Jawa yang sangat kental. Hal ini dapat dilihat pada kubah masjid yang menyerupai model atap gereja-gereja di Eropa, ventilasi masjid juga berbentuk lingkaran, dan kayu di dinding masjid seperti bangunan kolonial.
Terdapat empat buah tiang penyangga yang berada di dalam masjid yang diprediksikan telah berusia lebih dari satu abad yang tentunya tidak terlepas dari pengaruh ajaran Islam.
Adapun bangunan yang khas berbentuk segi enam melambangkan rukun iman dalam kepercayaan Islam sebagai pondasi dalam beragama, sedangkan atas kubahnya berbentuk segi delapan yang melambangkan delapan arah mata angin, dimana mata angin barat ditandai dengan mihrab sebagai kiblat salat dalam ajaran agama Islam.
4. Cara menuju masjid
Masjid Tua Patimburak dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Fakfak ke Kokas. Tersedia angkutan luar kota dari terminal kota Fakfak yang akan mengantar anda. Selama 2 jam anda akan menyusur jalan berkelok dan segarnya udara pegunungan.
Tiba di kota Kokas, perjalanan menuju Kampung Patimburak harus dilanjutkan menggunakan longboat sewaan selama 1 jam. Pengunjung yang ingin menuju Masjid Tua Patimburak bisa menikmati keindahan pulau-pulau karang yang masih perawan di sepanjang perjalanan.
(Salman Mardira)