Baca Juga : Ajak Ngebor, Maria Vania Bikin Netizen Kegerahan Jadi Tukang Bangunan Seksi
Baca Juga : Heboh Strain Baru Covid-19 B117UK di Indonesia, Ini Penjelasan Dokter
Merangkum dari jurnal kesehatan lainnya, dr. Fajri menjelaskan bahwa telah terjadi 23 mutasi pada virus Covid-19. Beberapa diantaranya adalah mutasi yang mengkode protein spike, yang berguna untuk masuk ke dalam sel seseorang manusia atau makhluk hidup. Kemungkinan mutasi pada virus ini bisa meningkatkan kematian. Meski demikian hal ini belum bisa dipastikan dan masih membutuhkan data lebih lanjut.
“Berdasarkan artikel kesehatan yang dirangkum Wall Street Journal belum lama ini, untuk tingkat dying (keparahan beragam). Ada studi-studi yang menyatakan hal itu belum terbukti. Sebab ada studi yang menyebut tingkat keparahannya menjadi semakin berat lebih dari satu kali lipat, tapi ada juga yang kecil kemungkinan untuk menjadi berat. Jadi studinya terbagi dua dan masih belum jelas datanya,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)