Pakaian khusus
Pakaian yang dikenakan para kiai dan imam masjid memiliki arti tersendiri. Contohnya, warna putih hanya digunakan para kiai sebagai lambing kesucian.
Sedangkan kain panjang atau dodot berwarna merah memberi arti jiwa kepemimpinan. Pakaian tersebut dilengkapi lagi dengan ikat keapala bernama sapuq atau bongot. Celana dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan. Orang-orang yang boleh masuk adalah keturunan dari para penghulu atau kiai yang menyebarkan agama Islam terdahulu.
Agak berbeda dengan pakaian yang harus perempuan kenakan saat memasuki area masjid, perempuan yang ingin masuk ke Masjid Kuno Bayan Beleq cukup menggunakan kemben atau kain yang hanya sebatas dada. Peraturan itu dibuat untuk mengurangi kemungkinan mereka masuk dalam keadaan tidak bersih karena pakaian yang mereka gunakan sebelumnya secara tidak sadar sudah terkena kotoran atau najis.
(Foto: Instagram/@zulhelmiml)
Makam di area masjid
Ada beberapa makam mengelilingi bangunan masjid. Makam-makam tersebut merupakan makam para kiai yang membawa Islam dan menyebarluaskannya di Lombok pada zaman dahulu. Nama yang tercatat pada makam tersebut antara lain, Pawelangan, Anyar, Titi Mas Puluh, Sesait dan Karem Saleh. Makam mereka berbentuk seperti rumah dengan dinding anyaman dari bambu.
Ada pula makam milik Syekh Abdul Razak, seorang ulama yang menyiarkan agama Islam sampai ke belahan negara lain di abad ke-16 hingga 17 Masehi. Berbeda dengan yang lain, makam ini berada di bagian dalam masjid bersama dengan sebuah bedug dari kayu yang digantung di tiang atap masjid.
(Rizka Diputra)