Terkait pengadaan, pengembangan dan pembuatan vaksin, tidak bisa disangkal bahwa memang Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain. Sebut saja seperti China, Inggris, dan Amerika.
Pengembangan vaksin Covid-19 memang butuh waktu panjang dan penelitian yang detail mendalam.
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, selama ini latar belakang research dan development (RnD) di Tanah Air masih lemah. Inilah yang jadi salah satu penyebab utama, vaksin di Indonesia bisa lebih lama muncul daripada di negara lain.
“Jawabannya, kita lihat latar belakangnya. Kunci negara bisa menguasai vaksin, menghasilkan vaksin dengan cepat itu karena RnD nya kuat. Sudah kuat lalu terintergrasi dengan manufacturingnya, contohnya Sinovac, Pfizer, Jhonson&Jhonson, dan AstraZeneca itu punya sendiri masing-masing RnD nya,” papar Menristek Bambang Brodjonegoro, dalam gelaran virtual Inovasi Pulihkan Indonesia, Selasa (2/3/2021).