Penyintas Covid-19 harus berjuang melawan penyakit lanjutan yang mungkin muncul usai sembuh. Salah satunya yang disebabkan oleh hilangnya kemampuan indera penciuman atau anosmia.
Seperti yang dialami Gabriella Forgione. Perempuan berusia 25 tahun itu mengeluh tak mampu mencium bau sejak November 2020, saat dirinya pertama kali terkonfirmasi Covid-19. Bukan hanya itu, indera pengecapnya pun belum bekerja dengan baik.
Efek dari hilangnya dua kemampuan indera tersebut memberi dampak negatif di hidup Gabriella. Ya, dirinya kehilangan nafsu makan yang berarti dan kepercayaan dirinya merosot tajam.
"Kadang saya bertanya pada diri sendiri, apakah tubuh saya sekarang bau? Karena saya benar-benar tidak bisa mencium bau tersebut," curhat Gabriella, dikutip dari New York Post.
"Saya adalah orang yang suka sekali dengan wewangian, dan karena Covid-19 hidup saya terganggu," tambahnya.
Sementara itu, setahun lebih sudah pandemi Covid-19 menyerang manusia. Dokter dan peneliti pun sampai saat ini masih berusaha untuk lebih memahami dan mengobati epidemi yang menyertai anosmia terkait Covid-19 .