MUSEUM kenamaan di Paris, Prancis, Louvre, sudah empat bulan tidak menerima pengunjung. Lukisan Mona Lisa yang berusia 518 tahun serta mahakarya lain yang terpajang di sana pun menjadi saksi bisu kekosongan museum tersebut.
Tepatnya 30 Oktober 2020 lalu, Museum Louvre resmi ditutup sementara dalam rangka upaya menahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan pemerintah Prancis. Hingga saat ini, belum ada tanggal pasti kapan Museum Louvre akan dibuka kembali.
Namun, pihak pengelola Museum Louvre justru merasa beruntung dengan penutupan sementara tersebut karena berbagai koleksinya yang mencakup 9.000 jejak sejarah manusia akhirnya punya banyak ruang untuk 'bernapas'.
Baca juga: Dayana Liburan ke Dubai, Kasih Makan Singa di Kebun Binatang Milik Pengusaha Tajir
Sebelum pandemi, banyak staf museum keluar dan mengeluh bahwa mereka tidak dapat menangani kepadatan yang berlebih. Jumlah pengunjung Louvre per harinya memang sangat banyak, yakni 30.000 hingga 40.000 orang.
(Foto: AP)
Penutupan juga memberi para pejabat museum kesempatan emas untuk melakukan renovasi yang sudah selalu ditunda karena hampir 10 juta pengunjung selalu memenuhi Louvre dalam setahun. Berbeda dengan lockdown pertama, yang menghentikan semua aktivitas Louvre, yang kedua justru membuat sekitar 250 karyawan museum tetap beroperasi penuh.
Pasukan kurator, pemugar, dan pekerja membersihkan patung, menata ulang artefak, memeriksa inventaris, mengatur ulang pintu masuk, dan melakukan restorasi, termasuk di Egyptian Wing dan Grande Galerie, aula terbesar di museum yang tengah direnovasi sepenuhnya.
“Kamu memanfaatkan penutupan museum untuk melakukan sejumlah pekerjaan besar, mempercepat operasi pemeliharaan, dan memulai pekerjaan perbaikan yang sulit dijadwalkan saat museum beroperasi secara normal,” ujar Direktur Warisan Arsitektur dan Taman Louvre, Laurent le Guedart menukil laman AP.