"Festival sandeq race adalah lomba perahu tradisional suku Mandar yang ada di Sulawesi Barat, paling tercepat, terkeras dan jarak tempuh terjauh di dunia dengan hanya menggunakan layar dan mengandalkan angin sebagai penambah kecepatannya. Sandeq race merupakan salah satu upaya pelestarian budaya bahari di Sulbar," terang Ali Baal Masdar.
"Ada juga Tari Sayyang Pattu’du yang merupakan atraksi kuda menari yang dihiasi dan ditunggangi seorang anak gadis cantik dan anak-anak yang akan melaksanakan khataman. Tradisi tersebut merupakan salah satu tradisi masyaraat suku Mandar dalam pelestarian budaya di Sulbar serta beberapa program prioritas destinasi pariwisata lain," tambahnya.
Baca juga: Hasil Pertemuan Sandiaga Uno & Ridwan Kamil soal Masa Depan KEK Lido
Sementara, Menparekraf Sandiaga Uno memberi respons positif dan menyampaikan bahwa dari 2014 hingga 2019, pariwisata di Sulbar terus mengalami peningkatan, baik jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Potensi Sulawesi Barat ini sangat besar. Dari wisata alamnya, ada Pulau Karampuang di Mamuju yang sering-sering disebut sebagai surga bagi pecinta diving dan snorkeling. Untuk wisata budaya, ada Sayyang Pattu’du yang biasa dilaksanakan di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar, dan juga berbagai wisata buatan seperti waterpark dan taman air," kata Sandiaga.
(Rizka Diputra)