Ia mengatakan, saat mereka menyaksikan pandemi menyebar ke seluruh dunia, menginfeksi dan membunuh jutaan orang, komunitas medis dan konsumen sama-sama berebut untuk mencoba suplemen yang mereka yakini dapat mencegah infeksi, atau meredakan gejala Covid-19.
"Sementara vitamin C dan seng terbukti tidak efektif sebagai pengobatan bila dibandingkan dengan perawatan standar, studi tentang terapi lain terus berlanjut," katanya.
Para pasien yang terdaftar dalam penelitian ini tidak dirawat di rumah sakit, melainkan dikelola secara rawat jalan. Pasalnya, tidak semua pasien dengan Covid-19 memerlukan perawatan di rumah sakit, dan dibandingkan dengan mereka yang dirawat di rumah sakit.
"Mereka lebih mungkin mencari suplemen yang dapat membantu mereka, jadi itu adalah populasi yang penting untuk dipelajari," kata Suma Thomas, dari Cleveland Clinic's Heart Vascular & Thoracic Institute.
(Martin Bagya Kertiyasa)